Sejarah Tahun Baru Imlek
Berita

Sejarah Tahun Baru Imlek

Feb 15, 2018 No Comment

Di China, sejarah tahun baru imlek atau tahun baru lunar sudah dirayakan sejak zaman dahulu. Pada tahun 1928, partai Kuomintang di China berusaha mengubah liburan Tahun Baru Imlek dari hari pertama tahun lunar sampai hari pertama tahun Gregorian. Mayoritas orang di China menentang gagasan mengubah liburan menjadi 1 Januari, jadi tanggal resmi liburan Tahun Baru Imlek diubah kembali ke hari pertama tahun ini pada kalender lunar China.

Pada tahun 1967, Cina berhenti merayakan Tahun Baru Imlek dan Festival Musim Semi karena Revolusi Kebudayaan. Setelah kematian Mao Zedong, Tahun Baru Imlek tidak resmi dirayakan di beberapa wilayah di China. Tahun Baru Imlek tidak menjadi hari libur resmi di China sampai 13 tahun setelah pelaksanaan reformasi ekonomi Deng Xiaoping. Pada tahun 1999, Tahun Baru Imlek menjadi hari libur resmi di Indonesia. Hari ini, Tahun Baru Imlek dirayakan di China, Indonesia, dan berbagai negara lainnya di seluruh dunia. Di Indonesia, Tahun Baru Imlek dirayakan di daerah dengan populasi orang Tionghoa yang besar. Daerah ini meliputi kota-kota Jakarta, Singkawang, Batam, dan Ketapang.

Tradisi Sejarah Tahun Baru Imlek

Sebagian besar tradisi sejarah Tahun Baru Imlek di Indonesia telah dipinjam langsung dari China. Hal ini terutama disebabkan oleh fakta bahwa Tahun Baru Imlek di Indonesia dirayakan oleh ekspatriat China, keturunan orang Tionghoa, dan pelancong China.

Amplop merah

Secara sejarah Tahun Baru Imlek, Salah satu tradisi yang paling populer adalah pemberian amplop merah. Di Cina, amplop merah ini dikenal sebagai hongbao (红包). Dalam kebanyakan situasi, amplop merah ini diberikan pada anak-anak dari orang tua. Juga umum bagi pasangan suami istri untuk memberi amplop merah kepada anggota keluarga mereka yang belum menikah. Amplop merah ini sering mengandung uang. Jumlah uang dalam amplop seringkali merupakan angka yang menunjukkan keberuntungan. Jumlah umum adalah delapan () atau enam (). Jumlah total empat tidak pernah berbakat dalam amplop merah. Empat, atau si (), mirip dengan kata Cina untuk kematian, atau . Orang juga memberi sejumlah uang dalam amplop merah untuk Tahun Baru Imlek. Aneh jumlah uang seharusnya hanya diberikan selama pemakaman. Penting untuk dicatat bahwa kebanyakan orang China mengidentifikasi angka ganjil dan genap dengan angka pertama. Sebagai contoh, 90 dan 70 adalah angka ganjil sesuai dengan metode Cina untuk mengidentifikasi angka ganjil dan genap. Sebagai pengganti uang, beberapa orang akan memberikan koin cokelat dengan amplop merah

Sejarah Pasar Imlek

Sebelum perayaan Tahun Baru Imlek, banyak pasar di dekat komunitas Tionghoa besar di Indonesia akan terbuka. Pasar ini sering menjual kembang api, pakaian, mainan, dan hadiah. Ini adalah praktik umum bagi orang-orang Tionghoa untuk memberi teman dan keluarga mereka hadiah selama perayaan Tahun Baru Imlek. Beberapa item hadiah paling populer berkisar dari barang sehari-hari seperti pisau dapur hingga permen seperti manisan buah.

Baca juga:
Tradisi Hari Raya Imlek di Indonesia

Family Gatherings

Di Indonesia, setiap anggota keluarga Tionghoa akan saling bersatu kembali di satu lokasi pusat. Begitu setiap anggota keluarga hadir, makan besar akan dinikmati. Kombinasi makanan tradisional China dan makanan lokal Indonesia sering dinikmati oleh orang-orang yang merayakan Tahun Baru Imlek di Indonesia. Beberapa masakan tradisional China yang paling populer termasuk jiaozi (饺子), mifan (饭), suanlatang (酸辣 汤), hongshao niurou (红烧 牛肉), dan tangcuyu (糖醋 鱼). Jiaozi adalah pangsit tradisional China yang sering diisi dengan daging atau sayuran. Mifan adalah semangkuk nasi putih sederhana. Suanlatang, atau sup panas dan asam, adalah sajian favorit banyak orang China. Hongshao niurou adalah sajian sederhana daging sapi yang telah direbus dengan saus kecap. Tangcuyu adalah hidangan ikan dasar yang telah direndam dalam cuka dan gula. Selama perayaan Tahun Baru Imlek, anggota keluarga berbagi cerita bagus tentang prestasi mereka selama setahun terakhir.

Kembang api Imlek

Di sebagian besar wilayah di Indonesia, kembang api dilarang. Hal ini terutama disebabkan oleh adanya ketegangan antara minoritas Tionghoa dan kelompok etnis Indonesia lainnya. Di kota-kota seperti Jakarta, petasan diizinkan untuk digunakan selama perayaan ini.

Dekorasi

Di masyarakat Tionghoa di Indonesia, orang Tionghoa sering menggantung lentera merah berbentuk oval. Spanduk merah juga biasa terjadi.

Sejarah Tahun Baru Imlek adalah hari libur nasional Indonesia yang menghormati minoritas Tionghoa. Hal ini juga memungkinkan orang-orang China di Indonesia untuk beristirahat sejenak untuk menikmati beberapa tradisi budaya mereka.

 

Gong Xi Fa Cai, Sahabat Pasar Polis!

 

 

 

*Diolah dari berbagai sumber

You Might Also Like

Perbandingan Handphone Oppo F7 dan Vivo V9

5 Jajanan Gorengan Hits yang Lagi Ngetrend Saat Ini

Tidak Perlu Ke Jepang Lihat Sakura, 5 Tempat Sakura Ini Ada di Indonesia Loh

Peringatan Hari Hepatitis Sedunia, Kenali dan Cegah Penyakitnya

Mengapa Hari Musik Nasional jatuh pada tanggal 9 Maret?

Temukan Arti Kemerdekaan Sesungguhnya di Sini!

Simak Keberuntungan Anda dengan Ramalan Shio 2017

Simak apa saja asuransi khusus perempuan modern masa kini

Diskon Harbolnas 2017 Produk Asuransi di Pasarpolis

7 Tradisi Unik Hari Raya Imlek di Indonesia

Asal Usul Hari Guru Nasional di Indonesia

Behind the Brand: Aplikasi dengan User Interface Terbaik 2018 GO-JEK

Hari Guru Nasional, Mari Ikut Menyemarakkan Peringatannya

Mengenal Insurtech Secara Mudah dan Kelebihannya

Trik Cara Mengerjakan Psikotes Mudah dan Lancar

Banjir yang Selalu Menghantui Jakarta: Tiga Hal yang Harus Kamu Ketahui

Ide Kado Natal yang Unik Ini Harus Anda Coba!

Behind the Brand: Citilink

Memperingati Hari Pahlawan, Kenali Makna Dan Sejarahnya

Harbolnas, Hari Terbaik Untuk Belanja Online

Apakah eCommerce Tepat Dalam Menjual Asuransi?

Bagaimana membedakan berita hoax atau yang asli

PasarPolis.com Gandeng Broker dalam Pengembangan Bisnis Asuransi Digital

Tips Merayakan Tahun Baru Agar Tidak Hanya di Rumah

Berencana Menikah? Lakukan 5 Perencanaan Keuangan Ini

Peluncuran Kerja Sama dengan 3 Unicorn Terbesar

Memaknai Sejarah Hari Ibu dengan Ide Seru Ini