Inilah Cara Perhitungan Iuran BPJS Ketenagakerjaan yang Perlu Anda Ketahui
BPJS

Inilah Cara Perhitungan Iuran BPJS Ketenagakerjaan yang Perlu Anda Ketahui

Nov 30, 2017 No Comment

BPJS Ketenagakerjaan memiliki banyak sekali manfaat bagi siapapun. Tanpa pandang bulu, beberapa keuntungan bisa Anda dapatkan dengan menjadi salah satu pesertanya. Setidaknya ada 4 program jaminan yang diberi oleh BPJS Ketenagakerjaan. Program tersebut antara lain, Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kematian (JKM), dan Jaminan Pensiun (JP).

Kewajiban memiliki ‘kartu sakti’ ini tentu bukan tanpa alasan. Adapun keempat manfaat BPJS Ketenagakerjaan yang bisa Anda dapatkan adalah sebagai berikut:

1. Program Jaminan Kecelakaan Kerja

Program dari BPJS Ketenagakerjaan ini diperuntukkan khusus bagi tenaga kerja yang berisiko tinggi. Dengan adanya manfaat ini diharapkan akan membantu tenaga kerja yang bisa saja mengalami hal tak diinginkan, seperti kecelakaan atau kematian. Iuran untuk program ini biasanya dibayarkan pula oleh pihak pengusaha dengan persentase tertentu.

2. Program Jaminan Hari Tua

Sebagaimana sudah dijelaskan di awal artikel, program jaminan ini diberikan ketika tenaga kerja memasuki usia pensiun dan harus berhenti bekerja. Namun sekarang, pencairan dana ini masih bisa diperoleh kapan pun peserta ingin mencairkan dananya dengan syarat telah mencapai kepesertaan selama 10 tahun. Program JHT hadir sebagai solusi untuk perlindungan peserta secara finansial.

3. Program Jaminan Kematian

Manfaat BPJS Ketenagakerjaan terakhir adalah sebagai jaminan kematian untuk ahli waris ketika peserta meninggal dunia bukan karena kecelakaan kerja. Prosedur yang ada dalam program ini yakni, apabila tenaga kerja meninggal maka otomatis ahli waris akan menerima sejumlah santunan baik itu berupa uang pemakaman, santunan uang, dan beasiswa pendidikan anak.

4. Program Jaminan Pensiun

Program ini dibuat untuk mempertahankan derajat kehidupan yang layak bagi peserta dan/atau ahli warisnya dengan memberikan penghasilan setelah peserta memasuki usia pensiun, mengalami cacat total tetap, atau meninggal dunia. Program Jaminan Pensiun hadir sebagai solusi hari tua kepada peserta agar hidupnya tetap terjamin sekalipun sudah berhenti kerja.

Perhitungan Iuran BPJS Ketenagakerjaan Anda di Sini

Dikutip dari website resmi BPJS Ketenagakerjaan, bpjsketenagakerjaan.go.id, ada beberapa poin penting dalam perhitungan tarif perbulan yang harus dibayar. Tarif perhitungan BPJS Ketenagakerjaan didasari pada jenis program yang dipilih karyawan yakni JKK, JHT, JKM dan JP.

Biasanya, iuran ini ditanggung sepenuhnya oleh pihak perusahaan. Namun, agar tidak membingungkan saat melihat slip gaji selalu ada biaya yang terpotong, coba buktikan dengan cara perhitungan BPJS Ketenagakerjaan berikut ini!

Contoh Kasus:

A bekerja pada perusahaan dengan gaji 4 juta ditambah tunjangan 1,5 juta. Dalam sebulan, A bisa dibilang memperoleh penghasilan sebesar 5,5 juta. Dengan begitu, iuran yang dibayarkan adalah sebesar:

  • Besar iuran JKK

0,54%x5,5jt = Rp 29.700 (dibayarkan oleh perusahaan).

  • Besar Iuran JKM

0,3%x5,5 jt = Rp 16.500 (dibayarkan perusahaan).

  • Besar Iuran JHT

3,7%x5,5jt= Rp 203.500 (dibayarkan perusahaan) dan 2%x5,5jt = Rp 110.000 dibayarkan dari pemotongan gaji karyawan).

  • Besar Iuran JP

2%x5,5jt = Rp 110.000 (oleh perusahaan) ; 1%x5,5jt = Rp 55.000 dipotong dari gaji karyawan.

Lalu, total perhitungan BPJS Ketenagakerjaan dari semua program yang harus dibayar baik oleh perusahaan dan melalui pemotongan upah diantaranya meliputi:

  • Dibayar Perusahaan: 29.700 + 16.500 + 203.500 + 110.000 = Rp. 359.700
  • Dipotong dari Upah pekerja: 110.000 + 55.000 = Rp. 165.000

Apabila Anda adalah termasuk pekerja sektor informal seperti pedagang, wirausaha, dokter, guru, nelayan, petani dan sektor jasa informal lainnya, total perhitungan iuran ini sedikit berbeda dan sepenuhnya ditanggung oleh calon peserta. Karena calon peserta ini tidak terdaftar dengan wadah ataupun struktur organisasi manapun tetapi tetap memiliki hak perlindungan yang sama.

Berikut adalah tabel Perhitungan Iuran BPJS Ketenagakerjaan untuk kategori Bukan Penerima Upah (BPU):

Program BPJS Ketenagakerjaan Iuran
Jaminan Kecelakaan Kerja 1% (Berdasarkan nominal tertentu sesuai kemampuan penghasilan)
Jaminan Kematian Rp. 6.800
Jaminan Hari Tua 2%

 

Mudah, bukan? Cara perhitungan iuran BPJS Ketenagakerjaan ini bisa Anda terapkan langsung karena terbukti keakuratannya. Apakah Anda belum menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan? Jika iya, bagi para calon peserta sektor jasa informal atau Bukan Penerima Upah (BPU), segera daftarkan diri Anda melalui PasarPolis dengan mudah dan dalam 3 menit saja. Gratis loh! Tunggu apa lagi?

You Might Also Like

Apakah BPJS Saja Cukup? Inilah Perbandingan Asuransi vs BPJS

Adakah BPJS Ketenagakerjaan untuk Perorangan?

Mau Renovasi Rumah? Manfaatkan BPJS Ketenagakerjaan Anda!

Syarat-Syarat Kredit Rumah dengan BPJS Ketenagakerjaan

Ketahui Apa Saja Layanan Tambahan BPJS Ketenagakerjaan di Sini

Apakah Pekerja Bukan Kantoran Bisa Jadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan?

Kenapa sektor informal perlu perlindungan BPJS Ketenagakerjaan?

Asal Usul Hari Guru Nasional di Indonesia

Inilah Manfaat BPJS Ketenagakerjaan untuk Diri Sendiri, Keluarga, dan Negara

Topik Menarik Seputar BPJS Ketenagakerjaan