Apakah Pekerja Bukan Kantoran Bisa Jadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan?
BPJS

Apakah Pekerja Bukan Kantoran Bisa Jadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan?

Oct 23, 2017 No Comment

Semua orang bisa menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Hal ini bukan sekedar isapan jempol belaka, namun memang tak hanya pekerja kantoran saja sesungguhnya yang dapat menikmati berbagai manfaat dari BPJS Ketenagakerjaan.

Kini, BPJS Ketenagakerjaan juga melindungi pekerja di sektor informal seperti pedagang, petani, dokter, pengemudi angkutan umum atau ojek, bahkan hingga musisi. Perlindungan pada pekerja informal yang juga disebut Bukan Penerima Upah (BPU) merupakan salah satu perlindungan khusus untuk masyarakat Indonesia dari BPJS Ketenagakerjaan.

BPJS Ketenagakerjaan bukan pekerja ini kehadirannya ditanggapi baik pula oleh banyak orang. Diakui, perlindungan BPJS Ketenagakerjaan untuk BPU sangat membantu mereka yang bergelut di sektor informal agar terjamin masa tuanya. Bayangkan jika tidak ada BPJS Ketenagakerjaan, bagaimana dengan masa depan para pekerja informal ketika mereka sudah pensiun?

Dari segi manfaat, sebenarnya tidak ada yang terlalu mencolok perbedaannya. Komponen jaminan untuk peserta BPU ada 3 yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM) dan Jaminan Hari Tua (JHT).

Berikut Jaminan BPJS Ketenagakerjaan Bukan Pekerja :

1. Jaminan Kesehatan Kecelakaan Kerja

Apabila mengalami kecelakaan kerja, peserta BPU BPJS Ketenagakerjaan berhak memperoleh pengobatan gratis di RS yang telah bekerjasama dengan RSTC (Rumah Sakit Trauma Center).

2. Jaminan Kematian

Jika terjadi risiko meninggal dunia akibat kecelakaan kerja ahli waris pekerja formal alias karyawan kantoran dapat menerima santunan sebanyak 48 kali dari jumlah penghasilan yang terdaftar. Di sisi lain, ahli waris pekerja informal berhak menerima santunan yang besarnya telah disesuaikan berdasarkan jumlah iuran, sesuai yang tertera pada tabel upah BPU. Ditambah santunan berkala setiap bulan selama dua tahun sebesar Rp 200 ribu. Namun, bila risiko kematian yang terjadi bukan karena kecelakaan kerja, ahli waris BPU dapat menerima Jaminan Kematian (JKM) sebesar Rp 24 juta. Total premi yang harus dibayarkan untuk Jaminan Kematian hanya 0,3% dari total penghasilan yang terdaftar.

3. Jaminan Hari Tua

Komponen lain BPJS Ketenagakerjaan adalah Program Jaminan Hari Tua (JHT). Jaminan ini sifatnya opsional bagi anggota BPU. Jika ingin memiliki bekal tabungan sehingga dapat menjalani hari tua dengan tenang, JHT akan menjadi solusi yang tepat.

Adapun besar iuran bagi peserta perorangan atau mandiri ditentukan berdasarkan besarnya upah, jadi Anda bisa memilih besar iuran sesuai dengan kemampuan keuangan dan besar penghasilan.

Yuk, Daftar BPJS Ketenagakerjaan Bukan Penerima Upah (BPU) Sekarang Juga!

Bagi Anda yang belum memiliki BPJS Ketenagakerjaan, jangan khawatir. Anda bisa mendaftarkan diri secara perorangan secara online hanya dalam 3 menit melalui Pasarpolis. Jadi, tunggu apa lagi! Meski saat ini Anda berstatus pekerja freelance, entrepreneur, pengusaha ataupun pekerja informal lainnya – Anda tetap bisa menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan khususnya golongan Bukan Penerima Upah (BPU).

You Might Also Like

Ketahui Apa Saja Layanan Tambahan BPJS Ketenagakerjaan di Sini

Inilah Manfaat BPJS Ketenagakerjaan untuk Diri Sendiri, Keluarga, dan Negara

Kenapa sektor informal perlu perlindungan BPJS Ketenagakerjaan?

Adakah BPJS Ketenagakerjaan untuk Perorangan?

Mau Renovasi Rumah? Manfaatkan BPJS Ketenagakerjaan Anda!

Topik Menarik Seputar BPJS Ketenagakerjaan

Inilah Cara Perhitungan Iuran BPJS Ketenagakerjaan yang Perlu Anda Ketahui

Syarat-Syarat Kredit Rumah dengan BPJS Ketenagakerjaan

Apakah BPJS Saja Cukup? Inilah Perbandingan Asuransi vs BPJS

Asal Usul Hari Guru Nasional di Indonesia