Perjalanan

Meriahnya 5 Perayaan Hari Tahun Baru Islam di Pulau Jawa

Sep 27, 2017 No Comment

Perayaan hari Tahun Baru Islam

Bagi umat Muslim, Tahun Baru Hijriah bukan sekedar hari libur nasional biasa. Seperti yang kita ketahui bahwa memang Islam sendiri memiliki perhitungan kalender berbeda yang disebut dengan tahun Hijriah. Apa yang membedakan ia dengan tahun masehi? Hampir tidak ada, hanya saja nama-nama bulannya jelas berbeda. Setiap pergantian tahun Hijriah pun, di Indonesia sendiri  khususnya pulau Jawa, ada beberapa perayaan unik yang cukup meriah.

Walau tidak menjadi kewajiban untuk merayakannya, namun perayaan hari Tahun Baru Islam pada dasarnya memiliki satu tujuan yang mulia: wujud rasa syukur terhadap Sang Pencipta dan mempererat kebersamaan. Lalu, seperti apa perayaan hari Tahun Baru Islam di beberapa daerah di Pulau Jawa, Indonesia?

Ini Dia Perayaan Hari Tahun Baru Islam di pulau Jawa!

1. Pawai Obor, Garut

Di Kabupaten Garut, Jawa Barat, ada satu tradisi yang biasanya tak pernah dilewatkan setiap kali perayaan hari Tahun Baru Islam berlangsung. Ya, pawai obor. Pawai ini dilakukan beramai-ramai sembari menyusuri jalanan dengan hanya menggunakan obor sebagai penerang. Selain pawai obor di malam hari, kemeriahan lain dalam perayaan hari Tahun Baru Islam di Garut diramaikan juga dengan konvoi ribuan umat muslim bersama kendaraan roda dua dan empat. Konvoi umat muslim di Garut tersebut digelar siang hari dengan pengawalan dan pengamanan oleh kepolisian dan TNI.

2. Lempar Ketupat, Sidomulyo

Berbeda daerah, berbeda tradisi perayaan hari Tahun Baru Islam yang dilakukan. Di Sidomulyo, Jawa Tengah, warga biasanya melakukan ritual saling lempar ketupat dengan diiringi adzan. Prosesi lempar ketupat itu menurut kepercayaan mereka hanya sebuah simbol agar dusun tersebut selalu diberkahi dengan rezeki melimpah oleh Tuhan Yang Maha Esa.

3. Mubeng dan Topo Mbisu, Yogyakarta

Tradisi perayaan hari Tahun Baru Islam yang kedua adalah Mubeng dan Topo Mbisu di Yogyakarta. Acara mubeng (keliling) beteng dengan topo mbisu (tidak berbicara) ini agar supaya kita bisa merenungkan, introspeksi diri tentang apa yang telah kita lakukan tahun yang lalu seperti apa untuk menjadi lebih baik tahun kedepan, sampai 1 Suro yang akan datang. Para leluhur kita semua mendirikan Kraton Ngayogyokarto Hadiningrat itu sebagai kerajaan Islam, menciptakan paugeran yang mempunyai  makna filosofis yang tinggi.

4. Kirab Kebo Bule, Surakarta

Kirab Kebo Bule merupakan tradisi yang dilakukan Keraton Kasunanan Surakarta untuk menyambut datangnya Bulan Suro atau Muharram. Dalam kirab ini, sekawanan kerbau (kebo) yang dipercaya keramat yaitu Kebo Bule Kyai Slamet akan diarak keliling kota. Tradisi perayaan hari Tahun Baru Islam dengan Kebo Bule Kyai Slamet sendiri konon bukanlah sembarang kerbau. Dalam buku Babad Solo karya Raden Mas (RM) Said, leluhur kebo bule adalah hewan klangenan atau kesayangan Paku Buwono II. Kirab yang biasanya berlangsung tengah malam ini, merupakan acara yang sangat dinanti-nanti oleh masyarakat Solo dan sekitarnya pada setiap perayaan hari Tahun Baru Islam.

5. Larung Pendam, Lumajang

Dalam memeriahkan perayaan hari Tahun Baru Islam, warga lereng Gunung Semeru di Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, melestarikannya dengan ritual larung pendam sesaji untuk menyambut 1 Muharram 1434 Hijriyah. Di situ, puluhan warga mengumpulkan sejumlah sesaji yang berisi tumpeng nasi kuning, hasil pertanian dan seekor kepala sapi. Sesaji tersebut lalu diarak beramai-ramai dari balai desa menuju sumber mata air di lereng Gunung Semeru. Ritual perayaan hari Tahun Baru Islam ini dimaksudkan sebagai wujud rasa syukur warga yang berada di lereng gunung tertinggi Pulau Jawa itu karena diberi keselamatan dengan hasil pertanian yang melimpah.

Anda pun bisa menjadi salah satu saksi perayaan hari Tahun Baru Islam yang unik dan meriah ini dengan mengunjungi salah satu daerah di atas. Biasanya, ritual Kirab Kebo Bule dibuka untuk banyak masyarakat yang ingin menyaksikan langsung. Hitung-hitung mengisi hari libur dengan pengalaman wisata yang berbeda, kenapa tidak? Namun jangan lupa pastikan selama bertualang ke tempat yang jauh, Anda selalu ‘ditemani’ oleh asuransi perjalanan yang menjamin berbagai risiko di luar dugaan. Dapatkan asuransi perjalanan terbaikmu ini hanya melalui e-commerce asuransi pertama di Indonesia yang terpercaya, yakni Pasarpolis!

You Might Also Like

Inilah Destinasi Wisata yang Cocok dengan Zodiak Anda!

5 Lokasi Wisata Pulau Jawa Terbaik di Bulan Agustus

Tips dan Trik Mencari Tiket Mudik Murah

7 Kegiatan Ngabuburit Seru Ini Wajib Anda Coba!

5 Rekomendasi Wisata Luar Negeri di Bulan Juli

8 Hal yang Perlu Dibawa untuk Liburan Musim Dingin

Liburan Pintar Menjelang Akhir Tahun

6 Tempat Liburan Murah Yang Dapat Anda Kunjungi Di Tanggal Tua

Mau Traveling Tetap Seru di Musim Hujan? Ini Tipsnya

5 Alasan Anda Butuh Asuransi Perjalanan

Tips Aman Berkendara di Jalan Tol untuk Pemula

Jangan Lewatkan! 5 Festival Menarik di Bulan Agustus Ini

Nikmati Serunya Libur Lebaran ke 5 Negara Ini

Menjaga Kesehatan Selama Liburan? Ini Rahasianya!

Jepang, Negara Tujuan Wisata di Musim Gugur

Tips Persiapan Naik Haji Agar Aman dan Nyaman

Cara Memilih Asuransi Perjalanan Terbaik

Inilah 10 Tips Traveling Bersama Anak

Bosan Makan di Rumah? Yuk, Coba 8 Tempat Makan Enak di Jakarta

5 Kiat Jitu Melancong Irit ke Singapura

5 Tempat Wisata di Indonesia yang Setidaknya Dikunjungi Sekali Seumur Hidup

Jangan Biarkan Zika Merusak Liburanmu!

5 Tips Mencari Tiket Pesawat Murah Tanpa Promo