ShareShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInEmail this to someone

Kenali campak dan rubella

Kenali campak dan rubella sejak dini,

karena mungkin sudah banyak orang cukup familiar dengan campak namun tidak untuk rubella. Campak adalah penyakit yang kemunculannya ditandai oleh ruam yang menjalar mulai dari bagian belakang telinga, sekitar kepala, kemudian ke leher. Tapi, bagaimana dengan Rubella? Hampir sama dengan campak, bedanya penyakit yang sering diistilahkan “Campak Jerman” ini tergolong lebih ringan. Namun, resiko yang dimiliki juga sangat besar jika penyakit ini menyerang ibu hamil dengan usia kandungan di bawah 5 bulan. Baiknya kita kenali campak dan rubella dari sekarang demi kesehatan bersama.

Sebahaya apa virus rubella  terhadap ibu hamil yang terinfeksi? Sindrom rubella kongenital dapat menyebabkan cacat lahir pada bayi seperti tuli, katarak, penyakit jantung kongenital, kerusakan otak, organ hati, serta paru-paru. Fatalnya, rubella pun bisa mengakibatkan kematian bayi dalam kandungan. Bahkan WHO telah memperkirakan bahwa setidaknya ada 100.000 bayi di dunia yang terlahir dengan sindrom ini setiap tahunnya.

Selain kepada ibu hamil, campak dan rubella berpotensi menyerang siapa saja dengan faktor-faktor penyebab yang meliputi:

  • Pernah menderita rubella sebelumnya
  • Tidak pernah mendapat vaksin gondok, cacar air, dan campak
  • Bepergian ke negara lain terutama tempat adanya epidemi rubella

Selain mengetahui bahaya campak dan rubella, kenali pula cara mencegah penularan penyakit ini. Campak dan rubella umumnya ditularkan dari orang ke orang melalui kontak dengan cairan dari hidung dan tenggorokan penderita rubella. Jangan sampai hal ini terjadi pada Anda atau anak Anda, cegah sedini mungkin dengan cara terbaik yang dianjurkan oleh dokter.

Lakukan Hal Ini Untuk Cegah Campak dan Rubella

Dalam mengenali campak dan rubella, salah satu hal yang juga perlu dipahami lebih lanjut adalah upaya pencegahannya sedini mungkin. Baik itu untuk ibu hamil, atau anak-anak yang menjadi ‘sasaran utama’ kedua virus ini.

Untuk itu, penting untuk melakukan cara pencegahan campak dan rubella dengan langkah-langkah berikut ini:

1. Pemeriksaan Serologi

Wanita usia subur bisa mencegah vius rubella dengan melakukan pemeriksaan serologi (pemeriksaan darah untuk mengetahui ada tidaknya antibodi TORCH dalam tubuh). Jika tidak memiliki antibodi, pasien akan diberi imuniasi rubella dan baru boleh hamil 3 bulan setelah penyuntikan.

2. Vaksin

Virus campak dan rubella dapat diatasi dengan imunisasi pada saat sang anak masih balita, tepatnya pada usia 12 hingga 15 bulan sejak kelahirannya. Pemberian vaksin untuk kedua kalinya akan berlangsung pada saat mereka mencapai usia 4 dan 6 tahun. Pemberian vaksin juga dapat dilakukan pada saat balita berusia 6 bulan, bila ia harus ikut serta dalam suatu perjalanan.

3. Check Up ke Dokter

Apabila muncul gejala seperti demam, sakit kepala, gatal, atau bahkan nyeri sendi dan dirasa sangat mengganggu maka berobatlah ke dokter. Dokter akan memberikan pengobatan sebatas gejala yang Anda keluhkan itu.

Seperti itulah hal-hal yang perlu Anda ketahui saat kenali campak dan rubella. Mengingat langkah pencegahannya juga tak sedikit mengeluarkan uang, di sinilah peran asuransi kesehatan sangat Anda perlukan. Dengan memiliki asuransi kesehatan, biaya pencegahan campak dan rubella tersebut pun bukan tidak mungkin akan dijamin oleh asuransi. Tunggu apa lagi? Bandingkan, pilih, dan beli asuransi kesehatan yang paling tepat sekarang juga melalui PasarPolis!

ShareShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInEmail this to someone
Kenali Campak dan Rubella, Serta Cara Mencegahnya

Leave a Reply