Kesehatan

Penyakit Diabetes: Dapatkah Sembuh Secara Total?

Oct 27, 2016 No Comment

penyakit-diabetes-dapatkah-sembuh-secara-total

Penyakit diabetes merupakan penyakit yang berbahaya, banyak penderita diabetes yang sangat pesimis akan kesembuhan penyakit yang diderita mereka. Banyak pertanyaan yang timbul mengenai penyakit diabetes, salah satunya yang sering muncul adalah apakah diabetes bisa sembuh total? Jawaban yang dapat diperoleh adalah penyakit diabetes tidak dapat disembuhkan secara total atau menyeluruh. Dapat dikatakan bahwa penyakit diabetes merupakan salah satu penyakit yang sifatnya permanen. Oleh karena itu, dalam kasus ini jika belum terjadi atau terjangkit penyakit tersebut lebih baik bagi kita untuk mencegah datangnya penyakit.

Meskipun pada akhirnya diabetes tidak dapat disembuhkan, penyakit tersebut dapat ditangani dan dikontrol. Penderita diabetes dapat mempertahankan kadar gula darah agar tetap dalam kadar yang normal sehingga tidak menimbulkan komplikasi yang berupa penyakit lanjutan dari penyakit awal. Dengan demikian, penderita dapat tetap hidup normal seperti biasa tanpa muncul gejala diabetes yang mengganggu. Oleh karena itu, lewat artikel ini PasarPolis akan memberikan beberapa informasi tentang penyakit diabetes, mulai dari menjawab seluruh pertanyaan populer yaitu apakah diabetes dapat sembuh total kemudian mengenali penyakit diabetes itu sendiri, gejala diabetes, penanganan serta bagaimana cara menangani dan mengontrol penyakit diabetes. Pertama-tama, sangat penting untuk memahami kondisi diabetes.

Memahami Kondisi Diabetes

Diabetes melitus (DM) atau yang sering disebut kencing manis merupakan suatu keadaan dimana tubuh mengalami gangguan dalam menyeimbangkan kadar gula yang ada di dalam tubuh. Pada kondisi tersebut, kadar gula di dalam tubuh penderita diabetes berada dalam kadar yang sangat tinggi. Di dalam dunia medis, kondisi tingginya kadar gula yang terdapat di dalam darah disebut hiperglikemia.

Bagaimana kadar gula darah pada penyandang diabetes dapat meningkat? Hal ini disebabkan oleh gagalnya organ pankreas dalam memproduksi hormon insulin seimbang dengan jumlah kadar gula di dalam darah. Pasalnya, hormon insulin adalah hormon utama yang mengendalikan gula dari darah ke dalam sebagian besar sel-sel di tubuh. Hormon insulin dapat dikatakan memiliki tugas membawa dan menyerap glukosa (gula di dalam darah) menjadi energi.

Meningkatnya kadar gula darah pada penderita diabetes dapat meningkat karena gagalnya organ pankreas dalam memproduksi hormon insulin yang seimbang dengan jumlah kadar gula dalam darah. Hormon insulin merupakan hormon utama yang mengendalikan gula dari darah ke dalam sebagian besar sel-sel yang ada di dalam tubuh.

Dari sudut pandang fungsi hormon insulin, diabetes dibedakan menjadi dua tipe, yaitu:

Diabetes Tipe 1

Pada penderita diabetes tipe 1, yang terjadi di dalam tubuh penderitanya adalah hormon insulin gagal diproduksi oleh organ pankreas miliknya. Dengan demikian, gula yang ada di dalam darah terlalu banyak dan gagal menjadi energi karena jumlahnya terlalu banyak dibandingkan jumlah hormon insulin.

Diabetes Tipe 2

Pada pasien diabetes tipe 2, apa yang terjadi pada tubuh mereka berbeda dengan diabetes tipe 1. Kondisi jumlah hormon insulin pada penyandang diabetes tipe 2 dapat dikatakan cukup menyeimbangkan jumlah kadar gula. Namun, yang terjadi adalah hormon insulin mengalami kelainan fungsi. Yakni gagal menyerap dan mengubah gula menjadi energi.

Pada penderita diabetes tipe 2, kondisi tubuh mereka berbeda dengan penderita diabetes tipe 1. Jumlah hormon insulin pada penderita diabetes tipe 2 dapat dikatakan dengan cukup menyeimbangkan jumlah kadar gula dalam tubuh. Namun, yang terjadi pada tubuh mereka adalah hormon insulin mengalami kelainan fungsi, yaitu gagal menyerap dan mengubah gula menjadi energi. Ketika hormon insulin gagal melakukan fungsinya membantu mengubah gula menjadi energi, maka hal yang dapat terjadi adalah kadar gula di dalam darah menjadi meningkat dan gagal berubah menjadi energi.

Faktor yang Memungkinkan Terjadinya Diabetes pada Seseorang

Diabetes dapat disebabkan oleh dua golongan faktor, yaitu:

1. Faktor yang Tidak Dapat Dimodifikasi

Terdapat beberapa keadaan yang membuat tubuh seseorang mendapatkan kemungkinan besar terjadinya penyakit diabetes karena faktor bawaan sejak lahir yang tidak dapat diubah. Di antaranya adalah:

  • Genetika/Keturunan, Pada keluarga, jika terdapat anggota keluarga yang pernah menderita diabetes dapat meningkatkan terjadinya diabetes pada seseorang.
  • Umur, Faktor umur menentukan seseorang dapat menderita penyakit diabetes, penuaan pada beberapa organ mengalami penurunan fungsi pada organ tersebut. Salah satu organ yang paling berperan dalam diabetes adalah organ pankreas, karena organ tersebut dapat mengalami penurunan dalam produksi hormon insulin. Karena seiring dengan bertambahnya usia, akan sangat baik apabila Anda yang berusia di atas 45 tahun untuk rajin memeriksa kadar gula darah secara teratur.
  • Berat Badan Saat Lahir, Berat badan anak pada saat lahir juga harus diperhatikan, apabila berat bayi di atas 4000 gram dapat memungkinkan si anak terkena diabetes. Begitu juga apabila bayi pada saat lahir beratnya di bawah 2500 gram juga dapat menimbulkan resiko terkena diabetes pada saat dewasa.

2. Faktor yang Dapat Dimodifikasi

Selain faktor yang tidak dapat dimodifikasi, apa juga faktor penyebab diabetes yang disebabkan oleh kebiasaan gaya hidup seseorang. Di antaranya adalah:

  • Kelebihan Berat Badan/Obesitas, berat badan yang berlebih sangat berisiko untuk terjangkit penyakit diabetes.
  • Merokok, merokok tidak hanya berbahaya bagi organ pernapasan dan jantung seseorang, tetapi juga dapat meningkatkan kemungkinan seseorang untuk terkena penyakit diabetes.
  • Kurangnya Olahraga, tubuh yang kurang bergerak, tidak aktif terutama jarang berolahraga sangat beresiko mengalami diabetes.
  • Gaya Makan yang Tidak Sehat, hindari makanan yang mengandung gula tinggi dan rendah akan kandungan serat agar dapat mengurangi kemungkinan terkena resiko penyakit diabetes.
  • Kolesterol Tinggi, kondisi kolesterol seseorang yang tidak terkontrol dapat menyebabkan penyakit diabetes. Batas rata-rata kadar kolesterol yang dapat menyebabkan diabetes adalah dengan kadar HDL (lemak baik) kurang dari 35mg/dL, dan kadar trigliserida lebih dari 250 mg/dL. Maka dari itu, penting bagi Anda untuk selalu mengontrol kadar kolesterol tubuh Anda.
  • Penyakit Darah Tinggi, hipertensi atau kondisi darah tinggi seseorang juga dapat menjadi faktor penentu seseorang untuk terkena diabetes.
  • Polycystic Ovary Syndrome (PCOS); Hal ini dapat terjadi pada wanita yang ditandai dengan siklus menstruasi yang tidak teratur, pertumbuhannya banyak rambut yang signifikan di daerah lengan dan kumis serta obesitas.

Hal-hal di atas adalah faktor-faktor yang dapat menyebabkan timbulnya penyakit diabetes pada seseorang. Selain faktor-faktor penyebab diabetes, Anda juga harus memperhatikan gejala diabetes. Karena apabila gejala diabetes sudah timbul, maka penanganan dan pencegahan harus segera dilakukan.

Gejala-Gejala Penyakit Diabetes

Dalam menangani dan mencegah diabetes, hal yang harus dilakukan sebelumnya adalah untuk mewaspadai jika tubuh mengalami gejala-gejala diabetes, di antaranya adalah:

  • Sangat mudah haus (polidipsi),
  • Nafsu makan sangat banyak (poliphagi),
  • Banyak buang air kecil (poliuri),
  • Kondisi badan selalu merasa lemas disertai juga dengan berat badan yang menurun secara drastis, meskipun si penderita diabetes banyak minum dan juga makan.

Langkah selanjutnya adalah apa yang harus dilakukan ketika gejala-gejala diabetes tersebut terjadi pada diri Anda? Anda dapat menyikapi gejala diabetes tersebut dengan beberapa cara, di antaranya:

1. Memulai untuk Memperhatikan Kadar Gula Darah

Cara sederhana yang dapat Anda lakukan adalah dengan memperhatikan kadar gula darah pada tubuh Anda. Cara-caranya dapat Anda lakukan dengan:

Kadar gula darah normal dapat ditentukan berdasarkan waktu pengukuran pengambilan darah, oleh karena itu, kategori gula darah dibedakan menjadi beberapa kategori.

  • Kadar gula darah seketika: Perhitungan gula darah yang dilakukan seketika atau kapan saja. Nilai normal seharusnya tidak lebih dari 140 mg/dl.
  • Kadar gula darah saat puasa: Perhitungan gula darah yang dihitung pada saat puasa (delapan jam puasa) seharusnya memiliki nilai normal tidak lebih dari 100 mg/dl.
  • Kadar gula darah dua jam setelah makan: Perhitungan gula darah pada saat dua jam setelah makan seharusnya memiliki nilai normal tidak lebih dari 140 mg/dl.

2. Memulai untuk Konsultasi ke Dokter

Cara lain yang dapat Anda lakukan untuk menangani gejala diabetes adalah dengan melakukan konsultasi dengan dokter sekaligus mendapatkan pemeriksaan terhadap tubuh Anda, dengan cara tersebut dokter dapat memberikan rekomendasi serta saran untuk penanganan dan pencegahan diabetes agar tidak semakin berbahaya.

Jika gejala-gejala diabetes disepelekan dan dibiarkan tanpa penanganan maka kemungkinan munculnya komplikasi penyakit yang lebih mematikan dapat terjadi. Contoh-contohnya adalah:

  • Mata kabur disebabkan adanya katarak atau kerusakan retina.
  • Gagal ginjal ringan sampai dengan berat.
  • Gangguan saraf pusat, sistem saraf yang terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang, sehingga dapat menimbulkan gangguan peredaran darah pada otak sehingga dapat menyebabkan terjadinya stroke.
  • Gangguan pada saraf tepi atau perifer, sistem saraf yang di dalam sarafnya terdiri dari sel-sel yang membawa informasi ke (sel saraf sensorik/rabaan) dan dari (sel saraf motorik/gerakan) sistem saraf pusat (SSP), yang terletak di luar otak dan sumsum tulang belakang dapat ditandai dengan gejala kesemutan dan kebal pada anggota tubuh.
  • Gangguan pada jantung yang berupa penyakit jantung koroner. Penyakit jantung koroner merupakan penyakit di pembuluh darah jantung yang disebabkan adanya lemak di dalam dinding pembuluh darah.
  • Gangguan pada pembuluh darah berupa penyakit hipertensi (darah tinggi) dan penyumbatan dinding pembuluh darah (arterosklerosis).
  • Gangguan pada hati yang berupa timbunan lemak di hati dan kerusakan pada hati.
  • Paru–paru menjadi mudah terserang penyakit tuberculosis (TBC).
  • Gangguan pada saraf dan pembuluh darah dapat menimbulkan impotensi.

 BACA JUGA: BPJS Kesehatan – Hal Positif & Negatif yang Perlu Kamu Ketahui

Penanganan Terhadap Penyakit Diabetes

Saat ini, diabetes tipe 1 hanya dapat diobati dengan menggunakan insulin, dengan pengawasan yang teliti terhadap tingkat glukosa darah melalui alat monitor pengujian darah. Sedangkan pada diabetes tipe 2 penanganan utama dilakukan dengan cara melakukan diet dan olahraga yang teratur. Jika tidak membantu diperlukan terapi obat anti diabetes.

Penanganan terhadap penyakit diabetes tipe 1 pada saat ini hanya dapat diobati lewat insulin, dengan pengawasan yang baik terhadap kadar gula darah melalui alat pengujian darah. Sedangkan penyakit diabetes tipe 2 dapat ditangani dengan cara diet dan olahraga yang teratur lalu menggunakan terapi obat anti diabetes apabila cara sebelumnya tidak membantu.

Keberhasilan terapi penyakit diabetes sangat ditentukan oleh peranan penderita itu sendiri dalam mengontrol dan merawat dirinya.

Hal-hal yang dapat dilakukan oleh penderita penyakit diabetes dalam meningkatkan keberhasilan terapi diabetes adalah:

  • Mengatur dietnya,
  • Merawat luka,
  • Menyuntik insulin sendiri,
  • Mengatur rutinitas olahraga,
  • Memonitor gula darah dan kadar gula yang terdapat di dalam urin.

Mencegah & Mengontrol Penyakit Diabetes

Penyakit diabetes mungkin tidak bisa disembuhkan secara total, namun penyakit diabetes tentu saja dapat dicegah dan dikontrol sebelum terlalu parah. Berikut adalah cara-cara mencegah dan mengontrol penyakit diabetes:

1. Kadar Gula Darah Harus Dijaga:

  • Melakukan pemeriksaan gula darah secara rutin agar kadar gula dalam tubuh dapat terkontrol.
  • Mengonsumsi obat-obatan anti diabetes yang berbentuk tablet atau memberikan injeksi insulin untuk menjaga kadar gula darah tubuh.

2. Melakukan olahraga secara rutin 2 kali seminggu karena olahraga dapat membantu penderita penyakit diabetes untuk tetap menjaga kondisi agar tetap prima, mengontrol berat badan, membakar kalori serta menjaga kadar gula darah tetap dalam keadaan yang stabil.

3. Menjaga asupan makanan yang dikonsumsi. Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia melansir bahwa untuk menentukan kebutuhan kalori penderita diabetes secara tepat diperlukan perhitungan untuk mempermudah diet yang biasanya diberikan oleh ahli nutrisi atau dokter spesialis gizi. Berikut adalah standar dietnya:

Kelompok Standar Kebutuhan Kalori Sehari-Hari
Standar I 1100 kalori
Standar II 1300 kalori
Standar III 1500 kalori
Standar IV 1700 kalori
Standar V 1900 kalori
Standar VI 2100 kalori
Standar VII 2300 kalori
Standar VIII 2500 kalori

Standar I – III            :  Untuk orang gemuk

Standar IV – V             :  Untuk orang dengan berat badan ideal

Standar VI – VII           :  Untuk orang kurus

Untuk menentukan apakah seseorang gemuk, kurus atau termasuk kedalam kategori berat badan yang ideal digunakan perhitungan Indeks Massa Tubuh (IMT). Untuk mengetahui nilai IMT ini, dapat dihitung dengan rumus berikut:

Berat Badan (Kg)

IMT =   —————————————————

Tinggi Badan (m) X Tinggi Badan (m)

Batas ambang IMT untuk Indonesia adalah sebagai berikut:

  1. Kategori IMT Kurus:
  • Kekurangan berat badan tingkat berat < 17,0
  • Kekurangan berat badan tingkat ringan 17,0 – 18,4
  1. Kategori berat badan ideal: 18,5 – 25,0
  2. Kategori berat badan gemuk:
  • Kelebihan berat badan tingkat ringan 25,1 – 27,0
  • Kelebihan berat badan tingkat berat > 27,0

4. Mengontrol tingkat stres. Tidak dipungkiri bahwa stres berperan cukup signifikan dalam menyebabkan gula darah yang tidak seimbang, stres dapat memicu resistensi insulin, meningkatnya berat badan, meningkatnya peradangan, sehingga pada akhirnya terkena penyakit diabetes.

Hal terakhir yang sebenarnya berperan cukup penting untuk diketahui adalah perlunya dukungan mental dari orang-orang terdekat penderita penyakit diabetes. Dukungan orang-orang terdekat seperti keluarga, teman ataupun sesama penderita penyakit diabetes dapat memberikan semangat dan motivasi untuk menjalani pola hidup yang sehat agar dapat mengurangi dampak dari penyakit diabetes tersebut. Jadi, apakah diabetes bisa sembuh total? Jawabannya adalah tidak, namun diabetes dapat dicegah dan ditangani dengan cepat.

You Might Also Like

7 Tips Menjaga Kesehatan Selama Bulan Puasa

Keriput Muncul Sebelum Waktunya? Ini Dia Rahasia Awet Muda!

Cara Mengatasi Susah Tidur Di Usia 30an

4 Resolusi Kesehatan di Tahun Baru

Cegah Kanker Sedini Mungkin, Begini Caranya!

Cara Mengobati Sesak Napas Pada Anak

Waspadai Penyakit Difteri, Bahaya yang Mengintip

Menjaga Kesehatan Selama Liburan? Ini Rahasianya!

Dapatkan Obat Diabetes Alami dari Tumbuhan Ini

Sering Buang Air Kecil? Temukan Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kenal Lebih Dalam Gejala Penyakit Liver

5 Upaya Pencegahan Stroke yang Paling Sederhana

Insomnia Test! Mungkin Ini Penyebab Kamu Kesulitan Tidur

Tips Mengatasi Berat Badan Setelah Lebaran Tanpa Diet

Cara Mengecilkan Perut Buncit Pada Wanita dalam 30 Menit

7 Alasan Pentingnya Asuransi untuk Masa Depan

Apakah Anda Sering Stres? Hati-hati! Tingkat Stres yang Tinggi Pelan-pelan Akan Menyebabkan Depresi

5 Cara Mengatasi Ngantuk Saat Bekerja, Dijamin Ampuh!

Cara Mengatasi Keputihan secara Tepat

Inilah Cara Menjaga Berat Badan Agar Tetap Ideal dan Sehat

Hati-Hati, 5 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Lebaran!

Hindari 7 Makanan Penyebab Kolestrol Tinggi Ini!

Mau Sehat? Hindari Makanan Penyebab Asam Urat Ini

Gejala Anemia dan Penyebabnya

Tata Cara Klaim Asuransi Kesehatan di Indonesia, Pasti Diterima!

Trik Menikmati Hidangan Idul Adha Tanpa Kolesterol Naik

5 Olahraga yang Bisa Kamu Lakukan Tanpa Harus ke Gym

Tips Mengatasi Bahaya Kolesterol Setelah Lebaran

Ingin Jadi Pendonor Darah? Penuhi Persyaratan Ini

Sayangi Jantung Anda dengan Cara Ini

Jangan hiraukan penyebab Osteoporosis berikut ini

Tips Mudah Mengatasi Batuk Kering Tanpa Ke Dokter

Waspadai Gejala Penyakit Saat Puasa

Telapak Tangan Berkeringat Sangat Banyak? Baca Ini!

Bahaya! Hindari 7 Makanan Pemicu Kanker Ini

Cara Menangani Darah Rendah dengan Cepat dan Tepat

Penyebab Penyakit Lupus yang Wajib Anda Tahu

Cara agar Cepat Hamil? Berikut adalah Kiatnya!

Sayang Anak, Obati Radang Tenggorokannya dengan Cara Ini

Memilih Makanan Terbaik untuk Ibu Hamil

Mengenal Jenis Asuransi Kesehatan Untuk Proteksi Diri Sedini Mungkin

Kenali Campak dan Rubella, Serta Cara Mencegahnya

Seperti Ini Menu Sehat Puasa untuk Sahur & Berbuka

Jangan Malu, Intip Gejala Penyakit Kelamin Pada Wanita

5 Cara Mudah Memeriksa Kesehatan Jantung Sendiri

7 Fakta Penyakit Lupus yang Perlu Kamu Ketahui

Jangan Terlambat! Kenali Penyebab dan Cara Mencegah Kanker Serviks

Asuransi Penyakit Kritis, Seberapa Penting?

Waspadai 5 Jenis Kanker Karena Stres Bekerja Ini!

Lihat Gejala Stroke Ringan Ini dan Cara Pencegahannya

Seperti Apa Gejala Usus Buntu? Berikut Ini 7 Ciri-cirinya

Macam-Macam Asuransi Kesehatan, Pilih yang Mana?

Cara Waspadai Penyakit Musim Hujan yang Menyerang Anak-Anak

5 Olahraga Ibu Hamil yang Cocok

Bolehkah Ibu Hamil Makan Daging Kambing? Yuk Simak Pembahasannya!

Cegah Stroke, Inilah Penanganan Darah Tinggi yang Tepat

Belum Terlambat! Lakukan 3 Pengobatan Kanker Serviks Ini

Mengenal Gejala dan Penyebab Penyakit TBC

Cara Tepat Lakukan Olahraga Saat Puasa

Cara Menjemur dan Manfaat Sinar Matahari untuk Bayi

Peringatan Hari Hepatitis Sedunia, Kenali dan Cegah Penyakitnya