Investasi & Keuangan

BPJS Kesehatan: Hal Positif & Negatif yang Perlu Kamu Ketahui

Oct 12, 2016 No Comment

asuransi bpjs kesehatan

BPJS Kesehatan sudah bukan hal yang asing lagi di mata dan telinga masyarakat Indonesia. Sudah beberapa tahun berlalu sejak penerapannya di Indonesia, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS ditugaskan untuk memberikan pelayanan berupa sistem asuransi kesehatan baru pengganti askes (asuransi kesehatan) kepada masyarakat terhadap penanggungan biaya terutama kesehatan. Namun dalam penerapannya, muncul beberapa kasus yang salah satunya adalah asuransi kesehatan BPJS tersebut masih saja belum secara penuh memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat dan cenderung membenani peserta BPJS itu sendiri.

Dalam penyelenggarannya BPJS Kesehatan mewajibkan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk mengikuti layanan tersebut dan akan memberi sanksi bagi yang tidak mengikutinya. Menurut peraturan BPJS Kesehatan, seluruh perusahaan pun diwajibkan untuk mendaftarkan karyawannya di BPJS Kesehatan per tanggal 1 Januari 2015. Peraturan tersebut sudah disepakati oleh BPJS Kesehatan dan APINDO (Asosiasi Pengusaha Indonesia).

Pihak penyelenggara BPJS menargetkan, dalam 3 tahun ke depan yaitu pada tahun 2019, seluruh rakyat Indonesia sudah secara menyeluruh mengikuti program BPJS Kesehatan. Namun perlu diketahui bahwa lewat pelayanan yang diberikan oleh BPJS, sebelum melakukan mendaftar program tersebut, ada baiknya untuk mengetahui prosedur layanan yang diberikan. Selain itu, pasti akan terdapat dampak positif maupun negatif yang juga harus diketahui oleh masyarakat luas.

 

Prosedur Pelayanan Rawat Jalan BPJS Kesehatan

Dalam pelaksanaannya, penting bagi calon pengguna maupun pengguna BPJS Kesehatan itu sendiri untuk mengetahui prosedur-prosedur pelayanan rawat jalan BPJS Kesehatan yang diberikan oleh pihak pemerintah karena hal ini yang terkadang juga menjadi penentu dampak dari BPJS Kesehatan itu sendiri, kadang kala hal sepele seperti ini dapat menjadi hal yang rumit bagi pihak pengguna dan penyedia layanan sehingga sering menimbulkan masalah yang berdampak tidak baik bagi kedua pihak. Prosedur-prosedur pelayanan rawat jalan BPJS Kesehatan di antaranya adalah:

1. Pasien harus berobat ke fasilitas kesehatan level 1 terlebih dahulu yaitu puskesmas, atau praktek dokter perorangan, dan jika penyakit pasien tidak dapat ditangani oleh puskesmas maupun dokter perorangan maka pasien tersebut akan diberikan rujukan sesuai dengan aturan pada BPJS kesehatan untuk berobat ke rumah sakit.
2. Kemudian pasien membawa surat rujukan dan kartu BPJS Kesehatan ke unit rawat jalan rumah sakit yang dituju untuk didata.
3. Lalu selanjutnya pasien akan dibuatkan surat eligibilitas peserta (SEP) oleh petugas sebagai bukti bahwa pasien layak menerima pelayanan kesehatan rawat jalan di rumah sakit.

Penting untuk diperhatikan bahwa surat rujukan dibutuhkan untuk pertama kali pengobatan ke rumah sakit (fasilitas kesehatan tingkat lanjutan) selanjutnya jika masih dianjurkan untuk kontrol atau berobat ulang tidak akan dibutuhkan lagi surat rujukan dari fasilitas kesehatan tingkat pertama (puskesmas atau praktek dokter perseorangan) akan tetapi pasien akan menggunakan surat keterangan masih dalam perawatan. Jika tidak dianjurkan lagi untuk kontrol berobat ulang maka akan diberikan surat rujuk balik ke fasilitas kesehatan tingkat pertama. Perlu diperhatikan juga jika pasien sedang dalam kondisi darurat surat rujukan tidak diperlukan, pasien bisa langsung ke unit gawat darurat, dengan catatan kondisi gawat darurat yang sesuai dengan ketentuan BPJS Kesehatan.

Memang, prosedur pelayanan rawat jalan BPJS Kesehatan yang banyak ini sering dianggap sebagai sisi atau dampak negatif BPJS Kesehatan, karena dianggap terlalu berbelit-belit dan terkesan menyusahkan orang yang ingin mendapatkan kesehatan, tetapi kembali lagi setiap kebijakan pasti ada pertimbangannya selain memang karena pihak penyelenggara menginginkan adanya sistem yang baik, dengan diberlakukannya prosedur bertingkat ini pemerintah berharap hanya pasien yang benar-benar membutuhkan perawatan yang intensif saja yang dapat menggunakan fasilitas rumah sakit, tidak lucu jika ada pasien yang hanya sakit ringan dan meminta rawat inap kerumah sakit sedangkan pada saat yang sama ada pasien kritis yang membutuhkan perawatan secepatnya, bisa jadi pasien kritis ini tidak dapat ditangani karena fasilitas yang ada malah digunakan oleh pasien dengan penyakit ringan.

 

Dampak Negatif BPJS Kesehatan

Dalam pelaksanaannya BPJS Kesehatan pasti memiliki dampak positif maupun negatifnya yang dapat dijadikan pertimbangan bagi calon pengguna untuk melakukan pendaftaran maupun pengguna itu sendiri apakah ingin mengandalkan BPJS Kesehatan saja atau menambahkan asuransi lain. Dampak negatif dari BPJS, yaitu BPJS hanya membatasi layanan pada obat-obat yang dianggarkan saja, yang dimaksud adalah tidak semua obat bisa Anda dapatkan dari BPJS. Apabila Anda sangat membutuhkan obat yang di luar pertanggungan BPJS Anda harus membelinya sendiri, dan selain itu pelayanan kamar untuk peserta rawat inap hanya masuk pada kategori kelas 1 saja. Meskipun pelayanan dokter tetap sama pada seluruh pasien, namun kenyamanan tiap kelas tetap berbeda.

Tidak hanya itu, pelaksanaan BPJS yang dilakukan oleh Pihak Pemberi Kesehatan atau yang biasa disingkat PPK I (puskesmas dan klinik) maupun PPK II (rumah sakit) di lapangan masih menemui beberapa permasalahan. Beberapa fakta seperti terlantarnya pasien BPJS saat mencari pengobatan di puskesmas dan rumah sakit, sulitnya mencari ruang perawatan rumah sakit, dan lambatnya penanganan terhadap pasien BPJS. Banyaknya kasus penolakan rumah sakit terhadap pasien BPJS sampai saat ini masih menjadi masalah dalam pelaksanaan program BPJS terutama untuk BPJS Kesehatan.

Untuk asuransi kesehatan, kesehatan Anda dijamin entah dari segi obat maupun ruangan rawat inap. Anda cukup menunjukan kartu asuransi kepada rumah sakit rekanan perusahaan asuransi, maka biaya akan ditanggung oleh asuransi tanpa khawatir mengenai obat yang tidak bisa diklaim.

 

Dampak Positif BPJS Kesehatan

Dampak positif BPJS dapat dilihat dari prosedur yang ada, sehingga mengharuskan sebelum merujuk ke rumah sakit Anda harus terlebih dahulu melewati pemeriksaan di Fasilitas Kesehatan atau disingkat Faskes. Faskes yang dimaksud adalah dokter umum dan puskesmas. Jadi apabila penyakit yang Anda derita cukup serius dan mengharuskan ke rumah sakit Anda harus masuk ke puskemas terlebih dahulu, namun apabila menurut puskesmas penyakit yang Anda derita cukup ditangani dengan obat seadanya, Anda tidak dapat mengajukan rujukan.

Di lain pihak, di asuransi kesehatan Anda bisa merujuk ke rumah sakit secara langsung dan menemui dokter spesialis yang khusus menangani penyakit Anda. Dampak positif BPJS ini bisa meningkatkan pendapatan yang diterima oleh rumah sakit sehingga rumah sakit bisa meningkatkan pelayanan untuk masyarakat pengguna BPJS, selain itu dampak positif BPJS yang lain adalah dengan prosedur ini juga bisa menghemat waktu karena hanya pasien yang paling membutuhkan bisa dirawat dirumah sakit untuk pasien berpenyakit ringan cukup diobati di puskesmas saja.

Setelah membaca artikel ini, Anda dapat mengetahui informasi sisi atau dampak negatif BPJS dan dampak positif BPJS, apakah prosedur tersebut akan berjalan dengan efektif atau pemerintah seharusnya mempermudah prosedur pelayanan rawat jalan BPJS Kesehatan.

Meski layanan BPJS Kesehatan memiliki dampak negatif BPJS dan dampak positif BPJS, namun kesetaraan pelayanan baik dari lapisan masyarakat kaya dan menengah ke bawah tetap diutamakan. Namun bagi Anda yang mampu secara finansial, lebih baik juga memiliki asuransi kesehatan sebagai pelengkap BPJS Kesehatan. Dengan menggunakan kedua asuransi tersebut Anda bisa terlindungi dari resiko secara optimal.

 

Aplikasi Smartphone BPJS Kesehatan

Membahas tentang dampak positif BPJS Kesehatan dan dampak negatif BPJS Kesehatan, PasarPolis juga akan menjelaskan tentang cara menggunakan aplikasi BPJS di smartphone Anda berikut langkahnya:

1. Download aplikasi dari smartphone,
2. Jika Anda sudah memiliki akun pilih login, tapi jika belum memiliki akun tekan register,
3. Untuk Anda yang baru mendaftar pastikan Anda mengisi nomor kartu BPJS, no KTP, Tanggal lahir, nama ibu kandung, no handphone, dan password,
4. Setelah melakukan login Anda bisa melakukan banyak hal seperti cek status kepesertaan, cek tagihan dan lain-lain.

You Might Also Like

Mau Sukses Di Usia Muda? Intip 5 Tips Sukses dari Pendiri Snapchat!

Cara Mengatur Keuangan Keluarga dengan Dua Anak

Sedia Payung Sebelum Hujan. Rencanakan dengan Asuransi, Sebelum Berantakan!

Harbolnas, Hari Terbaik Untuk Belanja Online

Jangan Bangkrut Sebelum Waktunya. Penting Untuk Anda Terapkan!

Gaji 2 Juta Sampai 3 Juta Ingin Beli Mobil? Wujudkan dengan Tips Ini!

Trik Jitu Menjadi Pengusaha Sukses dengan Modal Kecil

Mengenal Fintech dan E-Commerce Asuransi Pertama di Indonesia

Trik Cara Mengerjakan Psikotes Mudah dan Lancar

5 Ide Bisnis Kreatif 2017 yang Bisa Bikin Anda Sukses!

6 Manfaat BPJS Ketenagakerjaan untuk Masa Depan Anda

Topik Menarik Seputar BPJS Ketenagakerjaan

Syarat-Syarat Kredit Rumah dengan BPJS Ketenagakerjaan

Cara Mengatur Uang Dalam Waktu Satu Bulan

Investasi yang Menjanjikan 2017 ini Wajib Anda Pelajari

Inilah 3 Jenis Pekerjaan dan Keahlian yang Paling Dicari Tahun 2017

Memaknai Sejarah Hari Ibu dengan Ide Seru Ini

Harbolnas: Belanja Diskon Tanpa Bikin Dompet Jebol

Hari Guru Nasional, Mari Ikut Menyemarakkan Peringatannya

Mengenal Insurtech Secara Mudah dan Kelebihannya

Berencana Menikah? Lakukan 5 Perencanaan Keuangan Ini

Simak Keberuntungan Anda dengan Ramalan Shio 2017

Ide Kado Natal yang Unik Ini Harus Anda Coba!

Tips Merayakan Tahun Baru Agar Tidak Hanya di Rumah

Fintech Indonesia, Mudahkan Anda Miliki Asuransi dalam Sekejap